Meneladani Kerendahan Hati Bunda Maria: Kemeriahan Perayaan Pesta Pelindung Sekolah Santa Maria Pekanbaru

 

PEKANBARU — Hari ini Sabtu 16 Mei 2026 para peserta didik khusus beragama Katolik  bersama-sama menuju Gereja Santa Maria a Fatima Pekanbaru untuk mengikuti perayaan ekaristi. Perayaan Ekaristi kali ini merupakan perayaan yang Istimewa bagi Sekolah-sekolah Santa Maria di Kota Pekanbaru. Pada hari ini Sekolah Santa Maria merayakan pesti pelindung sekolah, para guru dan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang berada di Pekanbaru berkumpul bersama untuk merayakan Misa Peringatan Pesta Pelindung Sekolah.

Misa Kudus yang Khidmat

Perayaan Ekaristi Kudus pelindung sekolah dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Prayoga Riau, RD. Riduan, Lic. Para siswa mengikuti perayaan ekarsiti dengan khidmat dan hening. Para petugas liturgi dalam misa ini berasal dari peserta didik mulai dari SD sampai SMA dan juga bebebrapa guru.

Dalam homilinya, Pastor Riduan mengajak seluruh umat yang hadir, khususnya para guru dan siswa, untuk melihat kembali esensi dari kisah penampakan Bunda Maria di Fatima. Penampakan ini terjadi pada tanggal 13 Mei 1917 kepada 3 orang anak yaitu; Lúcia dos Santos serta dua sepupunya, Francisco dan Jacinta Marto—di padang Cova da Iria, Portugal. Tiga anak tadi merupakan anak yang rajin berdoa dan juga anak-anak yang selalu membantu orangtua. Beliau menekankan salah satu keutamaan terbesar yang dimiliki oleh Bunda Maria, yaitu kerendahan hati.

“Bunda Maria adalah teladan sempurna tentang bagaimana sebuah kerendahan hati mampu mengubah dunia. Beliau dengan tulus menerima kehendak Allah dan memiliki keberanian yang luar biasa untuk melaksanakannya, meskipun penuh dengan risiko.

Ajakan untuk Hidup Rendah Hati di Lingkungan Sekolah

Lebih lanjut, Pastor Riduan menyampaikan pesan yang sangat relevan dengan dunia pendidikan saat ini. Beliau mengajak para siswa untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter yang luhur dan selalu menghidupi doa. Kepada para guru Pastor Riduan juga mengingatkan agar mampu menjadi guru yang penuh kesabaran, melayani dengan hati, dan meniru keberanian Bunda Maria dalam mendidik generasi muda di tengah tantangan zaman.

Perayaan Pesta Pelindung ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah momentum untuk mendapatkan energi baru bagi seluruh keluarga besar Sekolah Santa Maria Pekanbaru. Dengan meneladani Santa Maria Fatima, sekolah ini berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan kebajikan iman dan karakter.