Seminar dan Workshop Implementasi Ajaran Ki Hajar di Sekolah

 Narasumber Seminar dan Workshop Implementasi Ajaran Ki Hajar Dewantara di Sekolah

Baganbatu, 26 Oktober 2018. Sekolah-sekolah Yosep Arnoldi yang bertempat di Kelurahan Baganbatu kecamatan Bagansinembahan dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda mengadakan seminar pendidikan. Tema seminar dan workshop yang terkait dengan Impelmentasi Ajaran Ki Hajar Dewantara di sekolah. Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh pendikan Indonesia yang telah meletakkan prisnip-prinsip pendikan yang cocok dengan konteks masyarakat Indonesia. Beberapa asas pendidikan Ki Hajar Dewantara yang dibahas dalam seminar dan workshop ini ialah sistem among yang diterapkan oleh ki Hajar Dewantara di sekolah Taman Siswa yang ia rancang.

Among merupakan kosa kata dalam bahasa jawa yang bisa diterjemahkan sebagai pembimbing atau pengasuh. Kosa kata ini bisanya digunakan dalam konteks orang tua yang sedang mengasuh anaknya, orangtua menggunakan kasih sayang untuk membimbing anak-anak mereka. Ki Hajar Dewantara ingin menerapkan sistem tersebut dalam konsep sekolah yang ia ciptakan. Relasi guru murid bukan relasi yang jauh, namun relasi seperti orangtua dan anak. Seorang guru saat mengajar harus bisa ngemong (mengasuh/membimbing) para murid agar mampu membuka diri terhadap pengetahuan. Konsep ini merupakan konsep yang beliau buat sebagai kritik atas pendidikan ala kolonial yang memakai sistem pendidikan “perintah dan sanksi (hukuman)”.

Peserta Seminar dan Workshop dari Koordinatorat Baganbatu

Seminar yang di selenggarakan di Aula TK Yosef Arnoldi tersebut juga membahas bagaimana situasi atau atmosfir yang mesti tercipta di dalam sekolah. Situasi di sekolah dibuat senyaman rumah sehingga para siswa merasa at home saat berada di sekolah. Situasi semacam itu bisa dilihat dalam buku  Ki Hajar Dewantara Pemikiran dan Perjuangannya. “Kenyataan tidak bisa dibantah bahwa para murid mengalami kehidupan keluarga yang sama dalam asrama (sebuah nama lain bagi paguron dalam masa Hindu-Jawa) seperti di rumah bersama ayah dan ibunya. Ki Hajar menyebut konsepnya seperti hubungan Arjuna dan para Punakawan dalam kisah Wayang Jawa.”

Seminar pendidikan tersebut diikuti oleh sekolah-sekolah Prayoga yang berada di Koordinatorat Baganbatu yang terdiri dari TK sampai SMA Yosef Arnoldi serta SD Don Bosco Balam. Para narasumber seminar ialah para pendidik dari Sekolah Santa Maria Pekanbaru. Melalui seminar ini diharapkan para guru semakin mampu untuk mendidik para peserta didik dalam suasana yang menyenangkan sehingga membuat potensi anak semakin berkembang secara optimal.

About the author