Doa Bersama Untuk Kedamaian Bangsa dan Negara “Kesatuan Untuk Perdamaian”

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 pada tanggal 11 Agustus 2018 pendidik dan tenaga kependidikan sekolah-sekolah Santa Maria mengadakan doa bersama. Doa bersama ini diikuti oleh para pendidik dan tenaga kependidikan yang beragama Kristen dan Katolik yang berjumlah sekitar 200-an orang.

Ungkapan doa bersama ini diwujudkan dalam doa dan puji-pujian kepada Tuhan. Para pendidik yang mengajar mata pelajaran kesenian bertugas untuk memandu doa-doa dan lagu-lagu pujian kepada Tuhan. Doa bersama ini digelar sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan Indonesia yang menginjak usia 73 tahun serta permohonan kepada Tuhan agar Ia senantiasa mendampingi dan melindungi Bangsa dan Negara Indonesia.

Romo Anton Koseng mengutip bacaan Injil dari Mat 22:15-22, bacaan Injil tersebut bercerita tentang pertanyaan orang-orang Herodian kepada Yesus tentang kewajiban membayar pajak kepada Kaisar. Maksud dari orang-orang itu ialah untuk menjebak Yesus. Romo Anton menyebut bahwa jawaban Yesus atas pernyataan tersebut merupakan jawaban yang sangat cerdas. Yesus menjawab “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”. Jawaban itu berlaku untuk masa itu, masa sekarang dan yang akan datang. Lebih lanjut Romo Anton menekankan bahwa sebagai pendidik kita memiliki tugas untuk membekali para peserta didik dengan semangat cinta tanah air, toleransi, semangat nasionalisme dan lain sebagainya.

Semoga doa-doa dan lagu-lagu pujian yang telah dipanjatkan kehadirat Tuhan berkenan kepada-Nya sehingga bangsa dan negara kita selalu dalam lindungan Tuhan dan perdamaian selalu ada di Negara kita tercinta.

About the author