Bahasa Indonesia | English | French
 

Warta Kampung

Jumat, 30 Oktober 2009

Teguh ing lampah, rinaket ing tradhisi, satuhu ing budhi

Ketika orang mendengar kata ‘kampung’, sebagian besar menempatkan pemahaman atas kampung sebagai ‘daerah pinggiran’ alias sebuah area yang penduduknya kurang berpendidikan, daerah yang kurang menyenangkan untuk ditinggali, atau tempat di mana hal-hal yang buruk di kota terjadi dan harus segera disingkirkan. Padahal dari kampung kita bisa belajar tentang banyak hal dan segala keunikannya. Kampung dengan segala keanekaragaman mata pencaharian dan karakter budayanya, kampung dengan segala kerendahhatiannya di tengah gelegak arus globalisasi dan modernisasi, serta kampung dengan segala guyub rukun dan gotong royongnya merupakan kekayaan kampung sebagai salah satu modal untuk tetap bertahan dalam peradaban. Kampung juga memiliki ‘semangat kampung’ yang dapat ditularkan untuk pembangunan kota karena bagaimanapun juga kampung adalah masa depan kota.

Telah kurang lebih 10 tahun lalu, YPR bersama teman-teman muda di beberapa kampung pinggiran Yogya membuat berkegiatan bersama, menemukenali potensi dan pemunculkan identitas kampong.  Tahun 2009 ini YPR kembali membuat kegiatan yang dirancang bersama temen-temen kampung bernama “Srawung Kampung”.  yang bisa dimaknai mengenali lebih dekat kearifan dan keunggulan kampung, sebuah proses pewarisan budaya kepada generasi selanjutnya serta mengembangkan jaringan dengan berbagai pihak. “Srawung Kampung” juga sebagai sarana untuk membangun kampung yang lebih mandiri dengan segala keberagaman di dalamnya sebagai dasar pembangunan kota berbasis kampung.  Beberapa kegiatan di Srawung kampung seperti workshop, diskusi, perlombaan, pameran, dan pementasan. 

 

Pembukaan

Kegiatan Srawung Kampung akan dibuka dengan Karnaval kesenian Tradisi yang ada di Kampung Bumen.  Iring-iringan Boneka Genderuwo, sepasang Manten, Punokawan, Ledek Munyuk, sholawatan dll akan berkeliling Kampung Bumen dan sekitarnya. Pembukaan akan dilaksanakan pada Hari Minggu, tanggal 1 November 2009, dari pukul 14.00 - selesai.

Workshop Boneka Kain Perca

Melatih kreativitas dan imajinasi anak-anak dengan membuat boneka kain perca dan bahan-bahan lain yang mudah didapat dari lingkungan kampung dengan tanpa biaya dengan tujuan untuk dipentaskan dalam sebuah pentas boneka kecil dan hasil workshop boneka kain perca akan dipamerkan dalam acara Pustaka Tiban. Workshop dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu, tanggal 1, 7, 8, 14 November 2009, pada pukul 15.00 -17.00 WIB di Sanggar Belajar Bumen. 

 

Workshop Mengenal Lingkungan bersama Peta Hijau Yogyakarta: “Srawung Peta, Srawung Kampung”

Workshop mengenali lingkungan untuk kaum muda dan masyarakat Kampung Bumen bersama komunitas Peta Hijau Yogyakarta. Peta Hijau adalah peta yang dibuat oleh komunitas lokal yang memetakan potensi alam dan budaya suatu kawasan. Peta Hijau memetakan segala tempat dan fenomena, baik yang bernilai positif maupun negatif dengan tujuan membantu masyarakat melihat, menilai, menghubungkan, serta peduli terhadap lingkungan tempat mereka berada. Melalui workshop ini, warga Kampung Bumen akan diajak untuk menggali identitas kampung melalui mengenal membuat peta dengan metode yang asyik dan menarik.

Workshop mengenali lingkungan dilaksanakan pada: Minggu, 8 November 2009, jam : 09.00 – 11.00 WIB,  di Pendopo RT 27. Pemateri: Peta Hijau Yogyakarta

 

Sarasehan

Forum diskusi dengan tema “Pembangunan Ekonomi Berbasis Kampung“ didasari oleh dua penelitian yang telah dilakukan oleh tim dari YPR. Pelaksanaan Saresehan pada : Minggu, 15 November 2009,  Pukul  09.00 – 11.00 WIB, di Pendopo RT 27.  Pemateri  : Maria Adriani,  Invani Lela Herliana dan  Lusia Nini Purwajati

 

Pustaka Tiban

Berbagai macam Karya Boneka dan Hasil Kreativitas Anak, Foto Bumen Tempo Dulu, Hasil Kreasi Roti Kembang Waru, dan buku-buku akan semakin memeriahkan  Kampung Bumen selama 2 minggu berturut-turut yaitu tanggal 8 dan 15 November 2009. Bertempat di Lapangan RT. 27 Bumen.  Acara Pustaka Tiban dimulai pukul  09.00 – 16.00. Acara ini akan mementaskan Boneka Wayang karya anak Bumen dengan mengambil cerita sejarah kampung.  Selain itu berbagai komunitas Pustaka di Yogya juga akan turut memeriahkan dengan workshop kreativitas, permainanan anak, dongeng dll.

­­­­­­­­­­­­­

Lomba Mengarang “Mimpiku tentang Kampungku”

Dimulai   25 Oktober  – 15 November 2009 .  Sasaran Peserta Lomba adalah forum 6 kampung (Bumen, Padean, Tungkak, Badran, Kricak, Sidomulyo)

Malam Kesenian

Puncak acara “Srawung Kampung” yang akan menampilkan seni tradisi dan budaya Kampung Bumen seperti Srandhul, Sholawatan, Karawitan, Band Muda Mudi Bumen. Malam kesenian dilaksanakan pada Sabtu, 21 November 2009, pukul 18.00 - selesai, di Lapangan RT 27,

Bookmark and Share       versi PDF     versi cetak
 
Komentar Pembaca:
Jumat, 30 Oktober 2009 - 14:39:02
saya dukung acara ini dari jauh ..... dari Jakarta maksudnya ... klo ada event2x gy boleh donk di undang .... :)
Name:
E-mail:
Website: (optional)
Comment 
Security Code  igphj =
 
Warta Kampung Online
Banner WK  lama