Bahasa Indonesia | English | French
 

Warta Kampung

Senin, 26 Oktober 2009

Beraneka ragam bentuk pesta yang ada didunia salah satunya adalah pesta demokrasi. Berbicara tentang pesta demokrasi tidak akan jauh dari NKRI mengapa? Karena pada tanggal 9 April 2009 NKRI mengadakan Pemilu yang diharapkan ada suatu perubahan yang lebih baik lagi dalam sistem pemerintahannya.  Maka dari itu sebelum hari penjoblosan/ penyontrengan ( 9 April 2009 ) maka para parpol dan caleg saling berlomba untuk mendapatkan masa bahkan ada yang menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan masa. “wow” pesta yang sangat meriah bukan? Untuk itu warga RW 06 Bumen juga tidak mau ketinggalan dalam kemeriahan pesta demokrasi. Salah satu keikut sertaan dalam kemeriahan pesta demokrasi tersebut adalah mengadakan Sekolah Demokrasi.

Sekolah demokrasi dalam perkembangannya di ubah menjadi “sosialisasi demokrasi” pada dasarnya konsepnya sama yaitu mendorong pemilih kritis dalam ajang kampanye yang dialogis dan edukatif kegiatan ini berbentuk dialog interaktif antara parpol/caleg dengan warga bumen yang di pandu oleh seorang fasilitator/moderator.

Maksud dan tujuan dari sosialisasi demokrasi adalah : untuk memadai keinginan parpel dan caleg untuk berkampanye dan mensosialisasikan diri kepada masyarakat serta melakukan pendidikan politik pada warga masyarakat sehingga menjadi pemilih yang kritis, cerdas dan rasional.

Adapun dasar pemikiran dari sosialisasi demokrasi adalah warga kampung bumen telah bersepakat bahwa di dalam wilayah kampung selama masa kampanye harus bebas atribut parpol dalam upaya menjaga kondusifitas dan kenyamanan kampung; kesepakatan ini tidak bermaksud untuk menghalang-halangi kampanye yang bisa dikenai sangsi pidana, karena kampanye dalam bentuk lain dibolehkan dengan syarat memenuhi ketentuan yang berlaku dilungkungan kampung bumen selain itu salah satu parameter pemilu berkualitas adalah jika pemilu dapat menghasilkan wakil-wakil rakyat yang berkualitas, dekat dengan rakyat dan berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, rakyat harus secara cerdas dan rasional dalam menentukan pilihannya, yaitu parpol ataupun calegnya yang dipandang mampu memperjuangkan aspirasi rakyat; hasil keputusan mahkamah konsitusi yang menentukan calon terpilih berdasarkan perolehan suara terbanyak telah memberikan kesempatan terbesar kepada rakyat dalam menentukan wakilnya di dewan.

Berdasarkan butir-butir pemikiran di atas, pengurus  RW 06 Bumen terpanggil untuk berpartisipasi melakkukan pendidikan politik dan demokrasi kepada warganya dengan menggelar sekolah demokrasi/ sosialisasi demokrasi yang memungkinkan terjadinya interaksi antara warga dengan parpol atau caleg dalam suasana yang dialogis dan edukatif.

Sosialisasi demokrasi ini diadakan secara kontinyu 2 minggu sekali sesuai dengan permintaan parpol dan calegnya. Adapun kontestan meliputi calon legislative DPRD Kota Yogyakarta Daerah Pemilihan Kota Yogyakarta.

Untuk putaran pertama diadakan pada hari minggu tanggal 15 Februari 2009 di pendopo RT 25 RW 06 dengan di ikuti oleh 3 kontestan yaitu PAN, PDP dan PKS. Acara tersebut berjalan sesuai rencana selain itu dukungan dan partisipasi warga yang cukup baik sehingga acara tersebut semakain meriah. Untuk putaran ke 2 yang rencananya tanggal 8 maret 2009 tidak dapat terlaksana karena melihat situasi dan kondisi serta minat dari para parpol/ caleg yang kurang antusias untuk ikut serta dalam acara tersebut.

Bookmark and Share       versi PDF     versi cetak
 
Warta Kampung Online
Banner WK  lama