Bahasa Indonesia | English | French
 

Warta Kampung

Senin, 29 Oktober 2007

Festival kampung II kali ini yang bertajuk  blusak blusuk kampung  memiliki materi acara yang sangat menarik yakni Mural kampung. Sepuluh hari menjelang hajatan itu, mural telah mengawali kegiatannya dengan diadakannya workshop bersama Samuel dari Jogja Mural Forum (JMF) pada tanggal 4 Juli 2007. Peserta workshop berasal dari lima kampung yakni Kricak, Sidomulyo, Badran, Tungkak dan Pandeyan. Pada puncak acara tersebut mahasiswa Arsitektur dari Universitas Melbourne bergabung dengan peserta mural.Sebelum workshop dilakukan, Samuel bersama tim panitia mural dari YPR dan kampung berkeliling untuk memilih ruang yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai media mural. Dari hasil berkeliling ini kemudian didiskusikan dengan peserta workshop untuk kemudian bersama-sama membagi ruang gambar dan menentukan tema mural. Ruang mural sepanjang jembatan menjadi media lukis bersama teman-teman Sidomulyo dan Kricak. Teman-teman Tungkak mendapat ruang satu buk  (tempat duduk-duduk) yang berada di sisi timur bagian utara.         

Tema mural kampung kali ini adalah kado untuk Kricak dan Sidomulyo. Temanteman dari kampung lain memberikan kado kepada kedua kampung tuan rumah. Begitu juga dengan teman dari Universitas Melbourne yang datang belakangan diberi ruang di sudut kampung Sidomulyo dan mereka diberi keleluasaan untuk memberikan respon terhadap ruang tersebut untuk memberikan penanda ( tetenger )keberadaan kampong Sidomulyo.          Selain mural setiap kampung mendapat jatah melukis pada media tutup tong / kaleng cat yang per kampung kira-kira sejumlah 50 buah. Kini hiasan tutup tong ini menghiasi tembok sepanjang sisi kanan kiri sungai. Kegiatan mural dimulai sore hari sekitar jam empat setelah pulang dari kerja. Hoho salah satu penggiat mural di kampung Kricak, bersama temannya Sugeng akan menyiapkan seperangkat cat dan kuas untuk di bawa ke tengah kreteg  dan mulailah mencoret-coret. Teman-teman Sidomulyo pun tidak mau kalah, Ujang dan Agus pun mulai melakukan hal yang sama. Kreteg  menjadi awal kegiatan mural sekaligus center nya. Sore menjadi semakin hidup dengan kedatangan para ibu sambil menggendong anaknya untuk menyuapi, sementara anak-anak kecil selepas mandi berlarian membuat suasana semakin riuh. Belum lagi, saat ini tepat sekali dengan musim layangan yang dimainkan di kali. Para lelaki baik anak-anak atau pemuda asyik bermain layangan, sesekali mereka membuat suasana sore itu lebih hidup jika terlihat layangan pedhotan  (layangan yang putus benangnya karena diadu). Semua orang serta merta akan ikut mengejar, tidak yang muda tetapi juga sampai bapak-bapak ikut repot meraihnya. Pengejaran akan berhenti jika telah ada seseorang yang berhasil menangkap layanganya atau benangnya yang menjuntai. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya mobil atau motor melalui ruas jalan ini karena harus hati-hati diantara semua keriuhan itu.Sore itu begitu hidup sampai bedug adzan maghrib meredakannya sejenak.          Selepas magrib para penggiat mural mulai memasang lampu-lampu neon sebagai bantuan penerangan. Kali ini mural tampil menjadi pusat keramaian. Satu dua orang kemudian mulai ikut mengambil kuas dan mulailah mencorat coret. Pak Bambang yang pendiam nampak tekun dengan sudut tertentu, kemudian menyusul yang lain. Demikian, sampai malam hari ibu Sipon pun enggan beranjak masih saja asyik mengerjakan satu lukisan dengan ditemani rokoknya.         

Dari kreteg  area menggambar melebar ke kedua sisi, sisi Kampung Kricak dan sisi kampong Sidomulyo. Merambah menuju talut pembatas, gapura, pos ronda, tembok-tembok, warung. Sampai hajatan festival kampung selesai, mural belum juga rampung cat masih disisakan untuk salah satu gapura yang sedang dibangun, untuk tembok rumah yang belum dicat, dan untuk yang lain. Agaknya sebelum cat menjadi kering belum juga akan usai mural kampong. Mural telah menjadi deman, salah satu sudut mural di kampung bahkan telah dicetak menjadi undangan pernikahan seorang teman. (Ninol)

 

Bookmark and Share       versi PDF     versi cetak
 
Warta Kampung Online
Banner WK  lama