RisetSenin, 29 Januari 2007
Lokasi : Kampung Badran, Yogyakarta Kampung Badran termasuk kampung yang tidak terlalu parah terkena gempa pada 27 Mei 2006. Tidak ada rumah yang roboh, tetapi beberapa rumah retak dan pecah sehingga membahayakan penghuninya. Los rumah-rumah yang dihuni keluarga pengamen merupakan area yang paling parah, sehingga keluarga-keluarga ini mendirikan tenda di luar rumah sebagai pengganti rumah mereka yang pecah-pecah. Mereka tidak mungkin memperbaiki rumah-rumah itu karena status mereka hanya penyewa dan dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Sebagai pengontrak, mereka juga tidak mungkin mendapat bantuan dari pemerintah. Nasib mereka terkatung-katung, tidak mempunyai rumah, anak-anak tidak mendapat perlindungan, apalagi musim penghujan akan segera tiba. Atas dasar pertimbangan di atas, YPR bersama warga RT.49 melakukan pengorganisasian perencanaan dan perancangan bersama kawasan rumah-rumah pengamen pinggir Kali Winongo. Melalui pemetaan tanah wedhi kengser yang tersisa, direncanakan akan dibangun sebuah los rumah-rumah bambu yang nantinya akan ditempati oleh 8 keluarga pengamen selama musim penghujan tiba, sampai mereka mampu untuk menyewa rumah kembali. Pendirian rumah-rumah ini juga menjadi bagian dari penataan kawasan kampong oleh YPR dan penduduk yang telah dimulai setahun yang lalu dengan mendirikan Sanggar Kampung (Balai). Proses ini melibatkan partisipasi seluruh warga RT.49 dan juga Paguyuban Pengamen Pasar Beringharjo (P3B).
|