Bahasa Indonesia | English | French
 

YPR memandang bahwa pembangunan masyarakat di tengah globalisasi menghadapi tantangan serius dengan realitas sosial yang kompleks. Semangat dasar lembaga adalah sebagai ruang belajar dan berkarya secara nyata dengan pendekatan partisipatif terhadap komunitas masyarakat marginal perkotaan. Kompleksitas persoalan kota berkembang mulai dari masalah keterbatasan ruang untuk tinggal (settlement) yang layak, ruang publik yang semakin tidak memadai, jumlah penduduk yang berjejal, pendidikan yang rendah, kesehatan ibu dan anak yang rentan, dan ancaman penggangguran bercampur menjadi satu dalam ruang-ruang komunitas masyarakat kampung kota. Selain persoalan, karakter komunitas kampung kota merupakan ruang-ruang inklusif dan toleran bagi berbagai macam orang. Kampung-kampung menjadi alternatif  tempat tinggal murah dan terjangkau bagi para pekerja di sektor informal, buruh, tukang becak, tukang cuci, sopir, pegawai rendahan, dan pekerja serabutan lainnya. Sebuah tanda kuat, ikatan dan keramahan sosial yang penting sebagai ciri khas dari kota yang hidup.  Tanpa mereka, tak bisa dibayangkan bagaimana kehidupan kota berjalan.

Memasuki labirin persoalan itu, YPR mengembangkan pendekatan riset –aksi untuk membaca dan merespon kenyataan-kenyataan sosial, kultural, ekonomi, politik dan spatial yang membentuk mosaik keruangan kota.  Berbasis pada spirit “akar rumput”, yang selama ini menjadi pijakan orientasi YPR ke depan bermuara pada pemberdayaan masyarakat perkotaan melalui:
1.  Kegiatan riset-aksi partisipatif berbasis kampung dalam skema “urban-based kampong development”. Aktivis YPR bekerja bersama dengan penduduk kampung dalam riset (pengumpulan dan pemetaan data fisik/geografis serta dimensi kemanusiaan kampung dan aksi nyata berdasarkan kebutuhan kolektif kampung).  Sebagai media rekam, dikembangkan media informasi tentang sejarah dan dinamika kampung lewat penerbitan warta kampung dan kampung news online.

2.  Kegiatan program pengembangan literasi masyarakat sebagai tuntuntan dari perkembangan kekinian. Pembangunan masyarakat yang “melek huruf dan melek pengetahuan” merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas negosiasi dan keterlibatan dalam pembangunan perkotaan. Secara singkat orientasi program ini bertujuan membangun “knowledge-based society”. Praksis dari program kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk pengembangan Pustaka komunitas dan berbagai macam kegiatan pendidikan ketrampilan dan kesadaran kritis.

3. Pengembangan jejaring antar kampung.  Solidaritas antar kampung, jalinan relasional yang rutin melalui kegiatan sarasehan antar kampung dan peningkatan daya tawar kampung kepada pemerintah serta sektor lain penting mendapatkan fasilitasi lebih lanjut.

4. Dokumentasi dan penyebaran informasi. Untuk mendukung riset-aksinya, YPR dilengkapi dengan pusat dokumentasi khusus tentang kajian perkotaan. Inilah pada dasarnya ruang pegiat YPR di mana mereka mempersiapkan, mendokumentasikan, mengkaji dan mendiskusikan pekerjaan lapangan mereka. Ini juga sekaligus “antene” yang memungkinkan YPR berhubungan dengan dunia global baik sebagai penerima maupun penyebar informasi tentang pembangunan perkotaan.

Bookmark and Share       versi PDF     versi cetak
 
Warta Kampung Online
Banner WK  lama