Bahasa Indonesia | English | French
 

Berita

Selasa, 10 November 2009

Agenda Srawung Kampung pada hari Sabtu tanggal 7 November 2009 pukul 16.00-17.30 adalah Workshop Boneka Kain Perca yang diajarkan oleh Invani dan sebagai asisten pengajar Rizky. Mereka berdua mengajarkan dari awal hingga akhir proses pembuatan boneka tersebut kepada adik-adik kampong Bumen yang berusia TK hingga SD tujuannya adalah menumbuhkan kreatifitas dan daya imajinasi anak-anak dengan memanfaatkan kain perca. Untuk bisa membuat Boneka tersebut diperlukan bahan-bahan yaitu kain perca sebagai bahan utama pastinya sesuai dengan nama bonekanya, bambu yang telah dipotong kecil-kecil sepanjang  40 cm, kertas koran, lem UHU, spidol untuk menggambar mulut dan hidung, benik untuk mata dan benang.

 

Dalam pembuatan boneka ini tidaklah sulit, karena bahan-bahan yang dipakai bisa kita dapatkan dengan mudah di sekitar kita. Terutama kain perca yang bisa kita ambil dengan cuma-cuma dari tukang jahit. Cara pembuatan boneka tersebut juga sederhana, pertama-tama ambil kertas Koran, remas-remas hingga membentuk bulatan untuk kepala boneka, lalu tancapkan pada ujung bambu, pastikan bulatan Koran menancap kencang. Kemudian tutupi dengan sembarang kain perca hingga rapi, dan ikat bagian bawahnya dengan benang. Ambil sepasang benik sebagai mata boneka rekatkan dengan lem di bagian depan kepala boneka. Setelah itu gambarlah hidung dan mulutnya dengan spidol. Untuk terlihat lebih sempurna, rekatkan dan ikat banyak kain perca di bagian bawah kepala boneka agar nampak seperti badan.

Akhirnya jadilah boneka kain perca yang lucu dan beraneka warna. Masing-masing anak bisa berkreasi sesuai dengan imajinasinya. Terlihat sekali antusias anak-anak di Sanggar Belajar Bumen pada saat itu, ada yang minta tolong ikatkan, tempelin ini itu, ada yang berebut kain, memamerkan hasil karyanya yang sudah jadi, dan itu semua membuat suasana Sanggar sangat rame dan menyenangkan. Invani dan Risky cukup kewalahan mengatasi berbagai permintaan dan keramaian di Sanggar, untunglah ada Monika dan saya, Irma yang membantu melayani permintaan adik-adik. Sehingga masing-masing anak dapat menyelesaikan karyanya sore itu juga.

Ada beberapa boneka yang berbentuk pocong, salah satu peserta membuatnya dengan kain perca dari mori (kain warna putih) dan itu cukup menarik karena “menakutkan”.

Rencananya hasil boneka kain perca buatan adik-adik Bumen akan dipamerkan pada malam kesenian sekaligus penutupan Srawung Kampung. OK deeeh pokoknya, apapun yang bisa dibagi, hal yang baik tentunya, merupakan suatu sedekah yang tak ternilai harganya. Semoga adik-adik Bumen bisa semakin kreatif dan imajinatif dalam berkarya dan tetap berkarya pastinya...

Bookmark and Share       versi PDF     versi cetak
 
Komentar Pembaca:
Kamis, 24 Desember 2009 - 17:10:29
bagaimana cara membuat boneka tsb?
Kamis, 21 Januari 2010 - 13:39:24
caranya gampang Mbak..
boneka-boneka itu terbuat dari kain perca...
bahan-bahan yang dibutuhkan hanyalah:
kain perca, kertas koran bekas, lem uhu, kancing beraneka warna,jarum pentul, tali kenur/rafia, dan kreativitas serta imajinasi :)
tinggal dirangkai saja...
bagaimana Mbak Irma? sudah dicoba?
Sabtu, 13 Februari 2010 - 22:29:53
Patut dicoba..
Selasa, 16 Maret 2010 - 14:56:45
mbak kain perca yang di gunakan apa harus kain perca besar 2.
q kan punya usha pembuatan keset,tas,dress dari kain perca .tpi klo yang satu ini blum q coba bisa dijelskan secara detail cara2 nya /
Jumat, 19 Maret 2010 - 09:10:12
guuuuuuuuuuampang buuuuuuangetsssssss
Minggu, 28 Maret 2010 - 20:17:06
gimana sih caranya membuat boneka
Selasa, 27 Juli 2010 - 12:25:53
kain trima brapa duit per kg?
Name:
E-mail:
Website: (optional)
Comment 
Security Code  eyp31 =
 
Warta Kampung Online
Banner WK  lama