Bahasa Indonesia | English | French
 
Pada hari Minggu, 8 November 2009 aterdapat dua jenis acara yang diselenggarakan yang menjadi bagian Acara Srawung Kampung . Kedua acara tersebut ialah ”Workshop Mengenal Lingkungan Hidup” yang diselenggarakan bersama Komunitas Peta Hijau Yogyakarta dan ”Pustaka Tiban” yang menggandeng komunitas 1001 Buku, ICBC, PKBI,  BIBLIO, Mobil Perpustakaan Keliling Galang Press, dan Mobil Perpustakaan Keliling USC Satunama. selengkapnya »
Agenda Srawung Kampung pada hari Sabtu tanggal 7 November 2009 pukul 16.00-17.30 adalah Workshop Boneka Kain Perca yang diajarkan oleh Invani dan sebagai asisten pengajar Rizky. Mereka berdua mengajarkan dari awal hingga akhir proses pembuatan boneka tersebut kepada adik-adik kampong Bumen yang berusia TK hingga SD tujuannya adalah menumbuhkan kreatifitas dan daya imajinasi anak-anak dengan memanfaatkan kain perca. Untuk bisa membuat Boneka tersebut diperlukan bahan-bahan yaitu kain perca sebagai bahan utama pastinya sesuai dengan nama bonekanya, bambu yang telah dipotong kecil-kecil sepanjang  40 cm, kertas koran, lem UHU, spidol untuk menggambar mulut dan hidung, benik untuk mata dan benang. selengkapnya »
      selengkapnya »
Teguh ing lampah, rinaket ing tradhisi, satuhu ing budhi

Ketika orang mendengar kata ‘kampung’, sebagian besar menempatkan pemahaman atas kampung sebagai ‘daerah pinggiran’ alias sebuah area yang penduduknya kurang berpendidikan, daerah yang kurang menyenangkan untuk ditinggali, atau tempat di mana hal-hal yang buruk di kota terjadi dan harus segera disingkirkan. Padahal dari kampung kita bisa belajar tentang banyak hal dan segala keunikannya. Kampung dengan segala keanekaragaman mata pencaharian dan karakter budayanya, kampung dengan segala kerendahhatiannya di tengah gelegak arus globalisasi dan modernisasi, serta kampung dengan segala guyub rukun dan gotong royongnya merupakan kekayaan kampung sebagai salah satu modal untuk tetap bertahan dalam peradaban. Kampung juga memiliki ‘semangat kampung’ yang dapat ditularkan untuk pembangunan kota karena bagaimanapun juga kampung adalah masa depan kota. selengkapnya »
Bayangkan 30 orang anak naik becak bareng bareng lalu pergi ke London untuk melihat jam besar bernama Big Ben. Ah, betapa ramai dan riuhnya! selengkapnya »